LOKAKARYA MOVEMENT BUILDING INSTITUTE Print
Written by Administrator   
Friday, 27 December 2013 04:43

LOKAKARYA MOVEMENT BUILDING INSTITUTE

PENGUATAN AKTIVIS PEREMPUAN MUDA KALIMANTAN UNTUK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BASIS DALAM ISU LINGKUNGAN DAN SDA

images/stories/mbi 2013.jpg

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pada tanggal 4-9 Desember 2013 PPSW menjadi pelaksanaan kegiatan Movement Building Institute (MBI) yang dilakukan atas dukungan FAMM Indonesia (sebelumnya bernama JASS SEA). Lokakarya ini memberikan capacity building untuk para aktivis perempuan muda di Kalimantan.

Para aktivis muda Kalimantan ini berasal dari berbagai orgnisasi kemasyarakatan yang berlainan isu tidak hanya isu perempuan, seperti WWF (lingkungan), PPSW Borneo (Perempuan) dan PKBI (Kesehatan reproduksi). Walaupun berasal dari latar belakang yang berbeda para aktivis muda ini tetap memiliki satu tujuan yaitu memberikan kesadaran, penguatan dan pendampingan kepada masyarakat. Sebagian peserta pernah mengikuti MBI tahun 2012 dan sebagian yang lainnya benar-benar baru mengikuti aktivitas bersama FAMM. Namun, semuanya membaur dan tidak ada pengkotak-kotakan antara peserta.

Selama 5 hari peserta sanggat antusias mengikuti setiap materi yang diberikan. Peserta juga dibagi ke dalam tiga kelompok untuk menampilkan poster café. Isi poster adalah informasi mengenai lembaga masing-masing beserta dokumentasi kegiatannya.

Dan pada malam harinya ada discussion class yang materinya disampaikan oleh setiap peserta berdasarkan isu yang paling menarik dari lembaga masing-masing. Semua peserta selalu antusias walaupun pelatihan yang melelahkan harus mereka ikuti. Materi yang paling menarik perhatian peserta adalah mengenai kesehatan reproduksi disampaikan oleh Mba Rini HIVOS.

Pelatihan MBI ini juga diselipkan launching buku PANDORA. Buku yang para penulisnya adalah alumni MBI di tahun sebelumnya. Kumpulan tulisan dari aktivis perempuan dari seluruh Indonesia ini merupakan refleksi perjuangan mereka dalam keseharian di lembaga masing-masing.

Ketika penutupan kegiatan juga terlihat betapa para aktivis perempuan ini sudah membaur satu sama lain. Mereka memiliki visi yang sama yaitu memperjuangkan persamaan gender dan melawan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan baik itu fisik dan psikisnya.

 

 

 

Last Updated on Monday, 13 January 2014 05:02