Designed by:
SiteGround web hosting Joomla Templates

Public Hearing Tidak Memuaskan, Dokumen RAPBD Tidak Diberikan PDF Print E-mail
Written by Borneo Tribun   
Friday, 29 January 2010 07:46

Hadir dalam kesempatan tersebut elemen masyarakat yang telah diundang sebelumnya. Hanya saja ternyata public haring tidak memuaskan eleman masyarakat yang diundang. Koordinator advokasi Jari orwil Borneo Barat, Indra Aminullah salah satunya yang mengungkapkan kekecewaannya.

”Keinginan DPRD Provinsi untuk mendapatkan masukan dari masyarakat tentang RAPBD 2008 melalui public hearing patut diberikan apresiasi. Namun, kesalahan kembali terulang. Public hearing hanya dijadikan sebagai seremonial even saja dan hanya sebatas pelengkap program. Karena bahan inti agar masyarakat dapat memberikan masukan yaitu dokumen RAPBD 2010 tidak diberikan,” sesal Indra dihubungi usai public hearing.

Indra mengatakan sesuai konteks inti undangan yang diberikan oleh penyelenggara yakni bahan masukan dalam rangka membahas RAPBD 2010. Karena dokumen tidak diberikan maka dia mengaggap ini sebagai upaya transparansi setengah hati.

”Karena kejadian seperti ini yang membuat public hearing menjadi tidak efektif dan tidak tepat sasaran. Anehnya, peristiwa seperti ini selalu terjadi pada saat public hearing dilaksanakan,” kata Indra.

Apakah ada unsur kesengajaan? Menurutnya hal tersebut bisa saja terjadi. Jika masalah anggaran yang tidak tersedia untuk memperbanyak APBD, cukup diinformasikan dimana masyarakat bisa mengakses dan biarkan masyarakat yang memperbanyak sendiri.

”Up date di website pemerintah yang telah tersedia seperti Kalbar.go.id kan bisa, biar bisa diakses kapanpun. Jangan hanya anggaran perawatan media sosialisasi saja yang ada tapi yang disosialisasikan tidak ada,” kesalnya.

Diungkapnya JARI melihat dalam setiap APBD selalu terdapat pembelanjaan yang tidak efektif dan menyebar ke seluruh program. Ini kerap terjadi, bahkan sering adanya duplikasi dan copy paste anggaran dari tahun sebelumnya. Untuk itu dia menegaskan JARI meminta agar penetapan RAPBD 2010 ditunda hingga dokumen RAPBD 2009 bisa diakses oleh masyarakat.

”Karena, hal yang lebih substansial untuk dikritisi berada dalam dokumen tersebut. Atau pilihan lain memberikan ruang partisipasi yang lebih besar kepada masyarakat untuk membahas hal yang lebih rinci dari RAPBD 2010 beserta penjabarannya,” tegas Indra.

Hal senada diungkap Ketua Pusat Pengembangan Sumber Daya Wanita (PPSW) Borneo, Reny Hidjazie. ”Kita tidak puas karena sekedar pandangan umum. Padahal kita perlu yang lebih detil. Ini karena dokumen APBD tidak diserahkan sebelum public hearing. Bagaimana kita bisa mengkritisi isinya kalau bahan tidak tersedia,” kata Reny.

Harusnya dia mengatakan dokumen itu diberikan sehingga dapat mengkritisi dan memberikan masukan dari telaah yang dilakukan. Apakah anggaran itu sesuai aturan, pro rakyat, berapa diperuntukkan masyarakat dan rutin internal.

”Tapi kalau dilihat dari kasat mata dan kedengaran tadi sepertinya sangat sedikit yang untuk rakyat. DPRD harus berjuang lagi efektifkan fungsi anggaran dan pengawasan sebelum di ketok palu. Angagran boros dan tidak efektif itu baiknya didelet saja,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi Golkar DPRD Kalbar, Awang Sofian Rozali mengatakan untuk dokumen anggaran yang tidak diberikan itu diluar tanggung jawab anggota DPRD, tapi sekretariat DPRD.

Atas masukan yang diberikan masyarakat yang hadir dalam kesempatan tersebut menyatakan apresiasi. Bahkan dia menyatakan publik hearing seperti ini tidak hanya dilakukan pada saat penyusunan anggaran saja.

”Masukan yang diebrikan bagus-bagus akan kita tindaklanjuti untuk menyisir APBD agar lebih efektif dan efisien bagi masyarakat Kalbar,” kata Awang.

Last Updated on Friday, 13 August 2010 08:22
 

Translator

English French German Italian Portuguese Russian Spanish
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini26
mod_vvisit_counterKemarin20
mod_vvisit_counterMinggu ini46
mod_vvisit_counterMinggu lalu82
mod_vvisit_counterBulan ini280
mod_vvisit_counterBulan lalu540
mod_vvisit_counterTotal319650

We have: 9 guests online
Your IP: 54.225.36.143
 , 
Today: Nov 19, 2017